Perbedaan Haji dan Umroh: Hukum Rukun dan Waktu Pelaksanaan

...

Setiap umat Islam pastinya ingin berkunjung ke Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan salah satu dari dua ibadah tersebut. Umat Islam memercayai ibadah haji merupakan penyempurna dari rukun Islam sebelumnya, yaitu syahadat, shalat, puasa, dan zakat.

Meski umroh juga termasuk dalam ibadah umat Islam, namun memiliki perbedaan dengan haji. Mulai dari pemaknaan, pelaksanaan, hingga ke rukun dan kewajibannya. Berikut perbedaan antara haji dan umroh.

Makna Haji dan Umroh

Pada dasarnya, istilah “haji” secara harfiah berarti menyengaja atau sengaja melakukan sesuatu. Selain itu, haji juga dimaknakan sebagai suatu kesengajaan menuju Kabah untuk melaksanakan ibadah tertentu.

Haji merupakan ibadah yang sudah disyariatkan oleh para nabi terdahulu, seperti riwayat Nabi Adam yang pernah melaksanakan haji dari India sebanyak 40 kali dengan berjalan kaki, dan haji para nabi lainnya.

Sedangkan umroh secara harfiah diartikan sebagai ziarah ke tempat ramai atau berpenghuni. Namun di sisi lain juga memiliki pemaknaan yang hampir sama dengan haji, sengaja mengunjungi Kabah untuk melaksanakan ibadah tertentu.

Untuk lebih jelas membedakan haji dan umroh, berikut penjelasan lengkapnya mengenai hukum hingga kewajiban haji dan umroh.

Hukum Haji dan Umroh

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa haji merupakan rukun Islam ke lima dan wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang memenuhi syarat wajib untuk berhaji. Bagi orang mengingkari, bahkan menghindari haji, padahal ia tahu bahwa ia sudah memenuhi syarat berhaji, maka ia berdosa. Kecuali bagi orang yang awam dan tidak mengetahui informasi keagamaan.

Sedangkan hukum untuk ibadah umroh masih menjadi perdebatan di antara para ulama. Dari ayat QS Al-Baqarah 196, umat Islam diperintahkan untuk menyempurnakan ibadah haji dan umroh untuk Allah.

Selain itu, ada banyak hadist yang menjelaskan tentang hukum ibadah umroh, ada yang menyamakan hukumnya dengan haji, dan ada pula yang menyebut hukum umroh adalah Sunnah.

Rukun Haji dan Umroh

Rukun dalam setiap ibadah menjadi penentu keabsahaan ibadah yang dilakukan, begitu pula dengan ibadah haji dan umroh. Rukun dalam ibadah haji dan umroh bersifat batal apabila tidak dilakukan dan tidak bisa diganti dengan denda.

Rukun haji ada lima, yaitu niat ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Seluruh rukun ini harus dilakukan untuk memenuhi keabsahan ibadah haji yang dilakukan. Apabila tidak bisa melaksanakan seluruh rukun haji ini, maka bisa dikatakan ibadah hajinya bernilai kurang.

Sedangkan untuk rukun umroh, berbeda dengan rukun ibadah haji, yaitu niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Yang menjadi pembeda antara haji dan umroh ialah ibadah wuquf di Padang Arafah yang hanya dilaksanakan oleh para jemaah haji saja, dan tidak dilakukan oleh jamaah umroh.

Wuquf di Padang Arafah menjadi kewajiban, yang hampir bertepatan dengan Hari Raya Idhul Adha, dimana umat Islam yang tidak berhaji maka disunnahkan untuk berpuasa untuk menyambut hari raya ini.

Waktu Pelaksanaan

Perbedaan haji dan umroh selanjutnya adalah soal waktu pelaksanaan. Seperti yang kita tahu, ibadah haji dilaksanakan setiap satu tahun sekali dan selalu dalam jumlah jemaah yang banyak, hingga jutaan orang dari seluruh penjuru dunia.

Waktu pelaksaan ibadah haji lebih sempit dibandingkan dengan waktu pelaksaan ibadah umroh. Waktu pelaksanaan haji terbatas hanya rentang waktu mulai dari awal bulan Syawal sampai Hari Raya Idhul Adha di bulan Dzulhijjah. Sedangkan ibadah umroh bisa dilaksanakan kapan saja, tanpa ada batasan rentang waktu seperti ibadah haji.

Kewajiban Haji dan Umroh

Perbedaan haji dan umroh yang terakhir adalah soal kewajiban yang harus dilakukan saat menjalankan ibadah ini. Kewajiban haji dan umroh adalah menjalankan serangkaian ritual manasik, yang apabila ditinggalkan tidak dapat membatalkan ibadah, namun wajib diganti dengan denda.

Kewajiban haji ada lima, yaitu niat ihram dari miqat, batas area yang telah ditentukan sesuai dengan asal wilayah Jemaah, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’ atau perpisahan, dan melempar jumrah.

Sedangkan kewajiban umroh hanya ada dua, yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Jumlah kewajiban yang lebih sedikit, membuat umroh lebih cepat usai dibandingkan ibadah haji.

Kedua ibadah tersebut memiliki keistimewaan tersendiri apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan hati yang bersih